KISAH KIAI
DAN AIR HUJAN
Di sebuah
desa, terjadi kemarau panjang. Pada tahun itu panen gagal total, Sungai-sungai
kering. Penyakit aneh pun mulai mewabah. Semua usaha sudah di lakukan warga,
namun tidak membawa hasil apa-apa. Salah seorang warga mengusulkan untuk
meminta doa dari seorang kiai sakti yang di yakini doanya sangat makbul.
Pada hari yang sudah di sepakati, pergilah
warga berbondong-bondong menuju tempat kediaman kiai tersebut di lereng gunung.
Sesampai disana, sang kiai sudah menunggu kedatangan mereka. Salah satu tokoh
desa maju kedepn dan mengajukan permintaan agar sang kiai berkenan mendoakan
agar hujan turun di desa mereka.
Sebelum berdoa,
sang kiai bertanya, “ apakah diantara kalian ada yang berdosa ? semua
celingkukan, saling berpandang satu sama lain.
“ apakah
kalian sudah meminta ampun atas dosa-dosa kalian dan memperbanyak membaca
istigfar?” Tanya sang kiai lagi.
“ ya, kami
sudah beristigfar dan memohon ampun atas dosa-dosa kami, bahkan kami sudah
berulang-ulang melakukan ( doa memohon pertolongan)dan shalat istisyqa ( shalat
meminta hujan ). Serta berzikir bersama, tapi tetap saja hujan belum juga
turun,” sahut pemimpin desa, sedamgkan warga lainnya mengiyakan.
“ apakah
kalian yakin kalau doa dan permohonan kalian di dengar oleh tuhan dan pasti di
kabulkan?” sang kiai kembali bertanya.
Kali ini
semua warga menyahut serempak, “ ya kami sangat yakin tuhan maha mendengar
doa-doa kami, dan dia pasti akan mengabulkan permohonan kami !”
“kalau
begitu apakah kalian sudah mempersiapkan drum, ember, dan baskom kosong untuk
menampung air ?” Tanya sang kiai dengan mimic wajah yang meragukan.
Warga desa
pun menggeleng-geleng kepala.
“ kalian
bagaimana sih,,,!!!!?? Dengan nada agak emosi sang kiai berdiri dan berkata, “
kalian yakin bahwa tuhan maha mendengar. Kalian yakin permohonan doa-doa kalian
pasti dikabulkan, lantas mengapa kalian tidak mempersiapkan tempat untuk
menampung air hujan yang akan turun??!!!
“ tapi
bukankah belum ada tanda-tanda hujan akan turun?” sergah pemimpin desa.
“ bukankah
doa-doa yang kalian pinta itu, merupakan tanda bahwa tuhan akan mengabulkan
permintaan kalian? Sekiranya tidak mau menurunkan hujan sama sekali, dia pun
akan menutup hati kalian untuk berdoa dan mengingat namaNya!! Sudah pulang
sana!
Tak lama
setelah sang kiai berkata seperti itu, tiba-tiba hujan mendadak turun. Semua
warga berlarian menikmati hujan yang telah lama tidak membasahi desa mereka
yang kering kerontang. Saking senangnya, mereka bermain air sampai basah kuyup
hingga hujan kembali reda.
Begitu hujan
reda,mereka baru sadar, ternyata satu
ada satu ember pun yang menanpung air hujan. Semenjak itu, hujan tak kunjung
turun lagi berbulan-bulan lamanya. Tuhan memang sudah mengabulkan permohonan
mereka, tapi mereka tidak pernah mempersiapkan anugrah besar itu.
Filosofi
dari kisah diatas sederhana saja. Kisah ini menggambarkan tentang fenomena
orang-orang yang sering kali berdoa mengharapkan sesuatu, akan tetapi dia tidak
pernah mau mempersiapkan kehadiran sesuatu itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar