Pengikut

Kamis, 13 Juli 2017

posting ajah...



Saya mereviu jurnal dari hasil penelitian karya Hamzah nur dengan judul jurnal penelitiannya yaitu pendidik, tenaga kependidikan dan PolekSosBud beliau adalah dosen jurusan pendidikan teknik mesin fak teknik unm.
Pembangunan kualitas pendidikan maka akan erat kaitannya dengan bagaimana kualitas pendidik saat ini? Apakah pendidik dan tenaga pendidikan saat ini sudah dianggap profesional dan kompoten? Jika iya, apa yang menjadi tolak ukur peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia saat ini? Serta bagaimana perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan saat ini?
Dalam jurnal ini, penulis mengangkat 2 point utama yaitu : bagaimana pandangan kita terhadap pendidik dan tenaga kependidikan saat ini?, dan yang kedua, pengembangan seperti apa yang harus dilakukan untuk kependidikan saat ini?. Pada point pertama pendidik diharapkan untuk mampu bersaing ditengah perubahan globalisasi yang terjadi, sebab hal tersebutlah yang menjadi satu-satunya cara bagaimana agar indonesia tidak lagi tepuruk dalam hal kualitas pendidikan yang kemudian dapat disandingkan dengan negara maju lainnya. Namun hal tersebut haruslah ditunjang dengan kesejahtraan hidup yang baik, yang menjadi kewajiban negara. Guru selalu dituntut dengan beban kerja yang dirasa tidak sesuai dengan hak yang harusnya ia peroleh, hal tersebut diperparah dengan janji pengembangan karir yang dirasa sangat rancuh dan tidak memiliki kejelasan. Jika pendidik dituntun untuk berkorban dan berkontribusi dengan baik, dan bersemangat hendaklah pemerintah menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama untuk menjadikan indonesia lebih maju.
Pada point selanjutnya, guru diharapkan untuk mampu menjunjung tinggi profesi yang telah ia pilih dengan cara menjadikan dirinya sebagai seorang yang diharapkan mampu mengembangan kualitas hidup orang lain dan dirinya, merasa bertanggung jawab dengan pribadi peserta didiknya, merasa puas dengan prestasi yang telah dicapai oleh peserta didiknya, dan merasa senang saat melihat peserta didiknya bermanfaat dalam kehidupan yang ia jalani.
Point selanjutnya, guru diharapkan mampu memposisikan dirinya, bahwa ia tidaklah menjadi satu-satunya sumber utama dalam pembelajaran, tidak menjadikan dirinya pusat sentral, atau figur satu-satunya dalam proses pembelajaran, melainkan ia mampu untuk mengajak siswa berfikir dan bertindak secara demokratis.
Selanjutnya yaitu, pengembangan kualitas kependidikan seperti apa yang diharapkan? Pada kenyataan yang ada profesionalisme adalah hal yang selalu kita dengarkan kapanpun dan dimanapun itu. Tapi pada tahap pelaksanaannya profesionalisme hanyalah suatu wacana belaka. Hal tersebut terlihat bagaimana saat suatu institusi merekrut seorang pegawai yang harusnya berdasarkan pada kompetensi yang dimiliki dengan yang dibutuhkan hal itulah yang disebut profesionalisme. Penyebab lain dari buruknya pengembangan pendidikan saat ini adalah pendekatan politik, dimana orang-orang yang memiliki kekuasaan dan jabatan hanya akan memilih orang-orang yang memiliki hubungan emosional politik, yang kemudian memiliki tujuan agar saling memberikan keuntungan. Dan yang terakhir adalah pendekatan kedaerahan yang juga merupakan dampak dari adanya otonomi daerah.
Dalam hasil riviu diatas, penulis memandang bahwa pusat sentral dalam permasalahan pendidikan saat ini adalah ketidak seriusan pemerintah dalam menangani atau menyelesaikan berbagai polemik yang terjadi di dunia pendidikan saat ini. Pemerintah mengharapkan bahwa sekolah mampu membentuk pribadi anak bangsa indonesia yang mampu bersaing dengan negara lain, dan orang tua mengharapkan agar anaknya mampu mencapai pringkat tertinggi dengan segudang prestasi. Pemerintah dan orang tua memiliki tuntutan yang sama yang kemudian ditujukan kepada pendidik dan ia lupa bahwa ia menuntut tanpa diiringan dengan pemberian hak yang baik, yang memadai. Sehingga pada akhirnya jika sekolah tidak mampu memberikan apa yang diharapkan pemerintah terhadap anak indonesia dan orang tua kepada anaknya maka yang menjadi penyebab utama dan pihak yang dianggap bertanggung jawab adalah pihak sekolah, yaitu pedidik dan tenaga kependidikan.
Pemerintah hendaknya memulai dari konsep dan arah tujuan yang jelas terkait dengan target yang diharpakan dalam suatu sistem pendidikan, yang dimulai dari proses perekrutan tenaga pendidik dengan melihat kompetensi guru, pentingnya kompetensi guru tersebut sebagaimana yang dikatakan oleh Hamalik bagi dunia pendidikan antara lain: 1. kompetensi guru sebagai alat seleksi penerimaan guru, 2. kompetensiguru penting dalam rangka pembinaan guru. 3. kompetensi guru penting dalam rangka penyusunan kurikulum, dan 4. kompetensi guru penting dalam hubungannya dengan kegiatan dan hasil belajar siswa. Kemampuan kompotensi yang dimiliki seorang pendidik yang melalu proses perekrutan yang profesional mendorong kemampuan pendidik untuk dapat mengembangkan penguasaan materi pembelajaran secara mendalam dan luas sehingga pendidikan mampu membuat bahan kajian akademik dan penelitian ilmiah.
Pada proses perekrutan yang baik pendidik diberikan berbagai pelatihan yang sifatnya dapat memberikan motivasi dalam bekerja, baik dalam hal pemberian finansial yang memadai atau dengan jenjang karir yang jelas untuk dapat meningkatkan semangat kerja para pendidik, sebagaimana yang dikemukakan oleh McClleand dalam Mulyasa bahwa motivasi adalah unsur penentu yang mempengaruhi perilaku yang terdapat dalam setiap individu. Motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif, yang terjadi pada saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sempat dirasakan atau mendesak. Pengembangan kompetensi pendidik hendaknya dilakukan secara berkelanjutan sehingga pendidik dan tenaga kependidikan merasa memiliki peran dan tanggung jawab yang besar terhadap profesinya.
Penyeleksian pendidik dan tenaga kependidikan yang ketat serta jumlah yang dibatasi dan pemerataan penempatan tugas kerja pendidik juga harus diperbaiki. Penempatan tugas kerja pendidik tidak hanya pada provinsi atau kota yang sudah maju, melainkan dengan pertukaran tempat tugas pendidik juga diperlukan, semisalnya bahwa negara korea dalam lima tahun sekali merolling pendidik yang bertugas di kota dengan pendidik yang bertugas di desa, artinya bahwa pendidik di korea di tuntut tidak hanya merasa cukup puas dalam mengajar hanya pada satu sekolah tertentu saja, melainkan untuk memberikan perhatian dan semangat yang sama kepada sekolah lain yang berada di pedesaan atau sekolah yang berbeda dari tempat dimana ia mengajar sebelummnya.
Indonesia baiknya juga mampu mencontoh hal yang sama dan baik dari negara korea, dengan begitu proses pendidikan di Indonesia merata secara nyata yang tidak hanya pemerataan dari segi meterial tapi juga dari segi nonmaterial seperti semangat bersaing tenaga pendidik dan kependidikan yang di bawa oleh tenaga pendidik kota ke desa dan semangat belajar anak-anak pedesaan atau pelosok ke anak-anak kota bahwa ia masih  memiliki semangat belajar di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.
Sebagai kesimpulan akhir penulis mengutip dari sebuah artikel asing terkait tentang pendidikan, yaitu Teaching Is not Learning oleh Dr. Mariappan Jawaharlal, Ackoff and Greenberg, the authors of the book Turning Learning Right Side Up, mengatakan bahwa “Traditional education assumes that for every ounce of teaching there is an ounce of learning by those who are taught.” Bahwa pengajaran adalah guru, dan belajar ialah peserta didik, belajar membutuhkan waktu dan proses layaknya seorang anak kecil yang hendak belajar merangkak, berdiri, berjalan dan kemudian berlari, Pendidik hanya perlu memberikan motivasi untuk bagaimana peserta didiknya mampu melakukan yang lebih baik dari apa yang telah ia lakukan sebelumnya, mengajarkan tentang trial and error bahwa pembelajaran intinya langsung belajar untuk melakukannya. Belajar yang sesungguhnya adalah saat peserta didik menemukan hal baru dengan cara menyenangkan agar peserta didik mampu menemukan kembali konsep penting dalam pikiran mereka.

Kamis, 27 Oktober 2016

Aku

akan ada hari yang membuatmu tertawa
akan ada hari yang membuatmu sedih
aku ingin memilih kalimat pertama saja
hari di mana hanya ku lihat kisahku yang penuh tawa, senang dan bahagia
ketika inginku menjalani kehidupan dan segala skenario tuhan dengan hanya penuh rasa senang dan bahagia..
mungkin tuhan akan berkata kepadaku " hambaku : aku menciptakan air mata dan rasa sedih agar kau mengigatku, lebih sering menemuiku dalam hamparan sajadah mu, mendengar rintihmu dalam sepertiga malam dan ku dengar keluh dari bibir mu hambaku, hambaku: aku menciptakan bahagia agar kau lebih bersyukur, lebih sering mengucap syukur bukan hanya kepada ku, tetapi sesama manusia, bersyukur kepada alam semesta dan orang-orang disekelilingmu yang mencintai mu hambaku"...
tuhan, cinta hamba mu ini palsu..
tuhan, hamba mu ini ragu..
tuhan, hamba mu ini dungu..
tuhan , hamba mu ini pilu..
dekap hamba tuhan..
rengkuh hamba tuhan..
jangan kau palingkan wajah mu dari hamba mu ini..
tetapkan hatiku untuk selalu mencintai mu dalam segala ketidaktahuan ku..

Selasa, 18 Agustus 2015

Kesedihan yang ku sembunyikan



                                                   Ku katakan, aku sangat menyayangi Mu
Pernah ku katakan kalau aku baik-baik saja ...
Kau percaya itu?? Aku bohong..
Saat ku katakan aku tak menyayangi mu atau bahkan tak ada kata sama sekali..
Percayalah aku menangis saat mengingat kau akan pergi ...
                Tak pernah ku tunjukkan padamu klw ku menyanyangi mu, percayalah krn ku tak tau bgmn cara menunjukkan sayang itu..
                Tak pernah ku perduli akan dirimu di depan mu dan orang banyak, percayalah klw ku selalu menanyakan apa yang sdg kau lakukan yang mungkin tak pernah ku tau..
                Hingga saat ini, kau akan pergi jauh entah berapa tahun lamanya.. aku takut klw aku sangat merindukan mu nantinya...
                Mungin lusa kau pergi, aku takut kalau aku akan kesepian...
                Dan jika hari ini kau akan pergi, mungkinkah aku akan tetap bertahan  ???
Hal yang kusesali, tak ada banyak kenangan dengan mu, hingga kenyataan yang datang padaku kalau kau harus pergi ...
Hal yang ku sesali, harusnya kau menjadi orang yang selalu ada di dekatku, namun kenyataannya kau terasa asing... yang sebenarnya kau yang paling kusayang...
                Mungkin ini cara tuhan mengajarkan ku, bahwa katakan pd orang yang ada disekitarmu kalau kau mencintainya...
                Mungkin ini cara tuhan untuk menyadarkan ku, bahwa rasa sayang  itu timbul tdk menunggu saat salah satuh dr org yang kalian cintai harus pergi terbih dahulu hingga kau sadari ke tdk berdayaanmu tanpanya...
                Berharap tuhan akan berkata pada Ku “kuatlah untuk waktu yang singkat, orng yang kau sayang akan prg sejenak, mengejar impiannya, mencari kebahagian dalam hidupnya sendiri... kau sabar menanti kebahagianmu, yg akan datang secepatnya, aku sedang merencanakn sesuatu yang indah untuk Mu,belajarlah memaknai KERINDUAN itu, terlebih kepada orang tua,saudara, kawan dan seseorang yang akan ada disamping mu” ...
                                Tak dapat ku ungkapkan rasa sayang ku itu pada kalian, orang tua, saudara, dan kawan2ku... namun aku takut bahwa satu persatu dari kalian akan ada yg pergi...
....................................................................................selesai...................................................................

Rabu, 21 Mei 2014

sajak kala KKN



                                                                                Sajak Pseudo Kehidupan

Meja bundar telah penuh
Berisi lingkaran orang yang berhimpitan
Satu kursi untuk satu pantat
Satu meja untuk semua siku.
Sebagian saling menatap
Selebihnya tak ada makna yang menetap.
Padahal semuanya saling menghadap dan mendekap.

Aku, melihatmu ragu-ragu termangu.
Dengan ponsel-gadget
Kawan di sampingmu sendiri asyik menjamu,
Entah siapa yang menjadi tamu.
juga kawan di kiri-kananku
mereka terbahak menghadap dunia yang semu.

Syahdan, semua sibuk menguntit keanehan ini.
Serentak tombol berhala kecil dikotak-katik
Semuanya lupa diri dalam kebersamaan
Masing-masing diri usah menarik diri,
Dari kenyataan menuju kemayaan.
sukmanya mengembara dalam jejaring sosial.
berkelana memasuki akun-akun twiter,
mengomentari status-status facebook,
dan mengukir kata di dinding kepalsuan.
hingga sukmanya terpelanting dalam tawa dan sedih yang tak keruan.

Oh kawan….
Apalah artinya bahasa dan kehidupan
Bila pertemuan sesak tanpa ungkapan,
Apalah artinya bersua dalam kebersamaan
Bila tatapan memandang tanpa senyuman.
Bahasa dan air muka hanyalah onggokan basa-basi,
Bahasa dan air muka tak lagi mewakili isi hati.
Kini ia hanya sesumbar suara dan rupa
Menyelusup lewat cela-cela euphoria dunia mereka.

Tetapi, Aku-kamu tetap seperti dulu,
Yang yakin bahwa pertemuan ini adalah kenyataan,
Dan pertemuan mereka adalah khayalan.
Ya! Inilah tandas Baudrillard sebagai hyperreality.
Khayalan telah sepadan dengan kenyataan
Menjadi medan magnet yang menarik ke dalam pseudo kehidupan.
Muhammad Aam D.
Pegiat Sanggar Ra’jat Kepanasan
Makassar, 3 Mei 2014.

malam... tahukah kau??



Malam… tahu kah kau, hari ini seorang gadis telah di sambut dengan jepretan kamera mewah…
Kanan-kiri tengok gadis itu, di sekililingnya terlihat mereka yang berdasi, berjas dgn wajah tampan, dan meraka dengan highheels-nya tampil dengan anggun bak cinderella dengan dayang-dayang yg setia mendampingi…
Malam … tahu kah kau, semua menatap dengan tajam, entah kepada siapa tatapan itu di tujukan. “hei,, lihat siapa dia dengan pakaian biru lusuh, jeans hitam kusam dan sendal coklat karna lumpur yang melekat” … seolah tatapan yang mengisyaratkan sindiran itu..
Malam … tahu kah kau, gadis itu pulang dengan perasaan “apa yg salah dengan penampilanku seperti ini?” ku tundukkan kepala, layaknya tersangka korupsi dalam layar kaca, karna MALU? Jelas IYA terus dengan alasan apa lagi..
Malam … gadis itu sampai di depan pintu rumah yang sederhana, di sambut dengan senyum wanita paruh baya yang nampak lelah seharian, kaki yang lemah dan kaku lantaran kelamaan menginjak mesin jahit yang menghasilkan pakaian layaknya selebriti dalam majalah terkenal… “kau sudah pulang nak?” Tanyanya pada gadis itu..
Malam … tahu kah kau, terjadi percakapan singkat antara gadis dengan wanita paruh baya itu..
Malam.. tahukah kau, apa yg mereka perbincangkan?? “kapan pakaian ku bisa semewah orang-orang tadi? Kapan dan bagaimana agar ku dapat menegakkan kepala tanpa ada rasa malu dan minder saat tatapan tajam orang-orang yang tadi terulang lagi?...
Malam … tahukah kau,, wanita paruh baya itu menjawab dengan sejuk layaknya embun di pagi hari, kata-kata yang terangkai dalam bentuk DOA… dari bibir kering tanpa warna yg menghiasi itu, keluar sebuah petuah “Nak, kain mewah yang menutupi tubuh tak menjadi jaminan kesuksesan seseorang, bukankah untuk sampai ke atas harus di mulai dengan satu pijakan yang paling bawah terlebih dulu?,, kelak kau akan menjadi seperti apa yang kau impikan, namun pastikan hal itu terwujud karna usaha dan kerja keras mu sendiri..”
Malam … tahu kah kau,,, kini gadis itu bertekad untuk menggapai bintang, takkan berpaling hanya karna satu batu sandungan kecil yang menghalangi..
Malam … tahu kah kau? Bahkan kini gadis itu hendak menjadi PUTIH, menjadi diri-nya sendiri tanpa harus menjadikan orang lain sebagai tolak ukurnya dalam menggapai bintang …
                                                                                                            Makassar 20-mei-2014
                                                                                                            Pukul 01:11
                                                                                                            Kamar tidur yang sederhana


Jumat, 02 Mei 2014

KKN UIN Alauddin angk. 49 , kecamatan galesong utara,



SAJAK WAKTU TANGGAL SATU
                                                Oleh: Muhammad Aam Darmawan.
                                                                     Korcam Galeseong Utara

Kami telah pulang
Meninggalkan seribu cerita
Pagi itu puluhan orang telah datang
kepada kami mereka bergumam cita.

Berjubel setengah tegak dan bungkuk sebagian
baya, muda, dan bocah bersua dalam kegalauan.
Ada berselimut sarung
Sempat senyum lalu kembali murung
Ada tanpa baju
menjabatiku lalu nangis melulu.
Ternyata mereka sedih
Tak ada lagi senyuman murah
Dan wajah baru yang ramah.

Dua bulan kami tinggal bersama
Makan bersama, Cerita bersama, Tidur bersama, dan kerja bersama, oh ya sesekali lapar bersama.
Dengan tuan rumah dan tetangga,
Yang balita hingga dewasa, tua-muda hingga janda
Hidup kami riang ceria
Saban bertemu saling menyapa
Saban hari selalu bersahaja. 
Awal rasa nelangsa
Tergusur ungkapan canda
Memekik dalam ruang tamu, ranjang, meja makan, balla’-balla’
Semuanya, menggema dalam luapan tawa.
Sayangnya berakhir dengan linangan air mata.

Gelinding air mata berkata:
Hati-hati, terima kasih, jangan lupa kenangan kita.
Air mata, keringat, bau mulut, rasa haru dan kenangan
Menyatu dalam diri dan kenyataan
Dalam bayangan ia menjadi hamparan tanah
Lalu menjelma menjadi sawah
Menyuara dalam gemricik saluran irigasi
mengilau bak sinar kemuning padi di sore hari,
dan menyebar kesejahteraan bagi keluarga para petani.

Tapi malang, nasib negeriku tak seindah tulisku
Serupa kampung parang, tak ada perubahan setelah kepergianku.
Tak beruntung mereka menangisi,
Apalagi mencintai,
Sebab kami, hanya memberi janji
dan kebohongan yang tersembunyi:
Tentang Posdaya dan Peradaban.
Maaf  kawan, Kami telah mengibuli.
Makassar, 2 Mei 2014.